Rabu, 01 Mei 2013

TELAAH KURIKULUM: Contoh Soal Kecakapan Hidup



TUGAS KELOMPOK
TELAAH KURIKULUM
SMP & SMA


Disusun Oleh :
Nama Anggota      :  Nisya Ulmiah           (06111011028)
                                  Arsela Komaralita   (06111011012)
                                  Dinna Fitria             (06111011034)
                                  Maisyaroh                (06111011020)
Dosen Pembimbing           : Drs. Abidin Pasaribu, M.
                                              Dr. Sardianto MS, M.Si., M.Pd.   




1.    Sebutkan jenis kecakapan hidup dan berikan contoh nya dalam pembeljaran fisika!

     Jawab:

            Departemen Pendidikan Nasional (2003) membagi kecakapan hidup (life skill) menjadi dua macam yaitu :

1.      Kecakapan Hidup Generik (General life skill, GLS)

            Kecakapan hidup generik atau kecakapan yang bersifat umum, adalah kecakapan untuk menguasai dan memiliki konsep dasar keilmuan. Kecakapan hidup generik berfungsi sebagai landasan untuk belajar lebih lanjut dan bersifat transferable, sehingga memungkinkan untuk mempelajari kecakapan hidup lainnya. Kecakapan hidup generik terdiri dari :

a.      Kecakapan Mengenal Diri (Self-Awarness Skill)


   Kecakapan mengenal diri meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, kesadaran akan eksistensi diri, dan kesadaran akan potensi diri. Kecakapan mengenal diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial, bagian dari lingkungan, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus meningkatkan diri agar bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Walaupun mengenal diri lebih merupakan sikap, namun diperlukan kecakapan untuk mewujudkannya dalam perilaku keseharian. Mengenal diri akan mendorong seseorang untuk beribadah sesuai agamanya, berlaku jujur, bekerja keras, disiplin, terpercaya, toleran terhadap sesama, suka menolong serta memelihara lingkungan. Sikap-sikap tersebut tidak hanya dapat dikembangkan melalui pelajaran agama dan kewarganegaraan, tetapi melalui pelajaran Fisika diantaranya sikap jujur (contoh : tidak memalsukan data hasil praktikum Fisika), disiplin (contoh : tepat waktu, taat aturan yang disepakati, dan tata tertib laboratorium Fisika) dan bekerja keras (contoh: tidak putus asa,dalam artian mencoba terus dalam menemukan jawaban dari persoalan fisika)

b.      Kecakapan Berpikir (Thinking Skill)

                        Kecakapan berpikir merupakan kecakapan menggunakan pikiran atau rasio secara optimal. Kecakapan berpikir meliputi :

a) Kecakapan Menggali dan Menemukan Informasi (Information Searching)
Kecakapan menggali dan menemukan informasi memerlukan keterampilan dasar seperti membaca, menghitung, dan melakukan observasi. Dalam ilmu Fisika, observasi melalui pengamatan sangat penting dan sering dilakukan.

b)    Kecakapan Mengolah Informasi (Information Processing)
Informasi yang telah dikumpulkan harus diolah agar lebih bermakna. Mengolah informasi artinya memproses informasi tersebut menjadi suatu kesimpulan. Untuk memiliki kecakapan mengolah informasi ini diperlukan kemampuan membandingkan, membuat perhitungan tertentu, membuat analogi sampai membuat analisis sesuai informasi yang diperoleh.

c)     Kecakapan Mengambil Keputusan (Decision Making)
Setelah informasi diolah menjadi suatu kesimpulan, tahap berikutnya adalah pengambilan keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang selalu dituntut untuk membuat keputusan betapun kecilnya keputusan tersebut.  Karena itu siswa perlu belajar mengambil keputusan dan menangani resiko dari pengambilan keputusan tersebut.

d)  Kecakapan Memecahkan Masalah (Creative Problem Solving Skill)
                        Pemecahan masalah yang baik tentu berdasarkan informasi yang cukup dan telah diolah. Siswa perlu belajar memecahkan masalah sesuai dengan tingkat berpikirnya sejak dini. Selanjutnya untuk memecahkan masalah ini dituntut kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif, berpikir alternatif, berpikir sistem dan sebagainya. Karena itu pola-pola berpikir tersebut perlu dikembangkan di sekolah, dan selanjutnya diaplikasikan dalam bentuk pemecahan masalah.

(Contoh: Ketika siswa sedang menjawab persoalan mengenai gerak peluru maka siswa akan menggunakan imajinasinya dalam menemukan rumus gerak peluru kemudian dapat dengan mudah melakukan perhitungannya)

c.       Kecakapan Berkomunikasi
            Yang dimaksud berkomunikasi bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi komunikasi dengan empati. Menurut Depdiknas (2002) : empati, sikap penuh pengertian, dan seni komunikasi dua arah perlu dikembangkan dalam keterampilan berkomunikasi agar isi pesannya sampai dan disertai kesan baik yang dapat menumbuhkan hubungan harmonis. Berkomunikasi dapat melalui lisan atau tulisan. Untuk komunikasi lisan, kemampuan mendengarkan dan menyampaikan gagasan secara lisan perlu dikembangkan. Berkomunikasi lisan dengan empati berarti kecakapan memilih kata dan kalimat yang mudah dimengerti oleh lawan bicara. Kecakapan ini sangat penting dan perlu ditumbuhkan dalam pendidikan. Berkomunikasi melalui tulisan juga merupakan hal yang sangat penting dan sudah menjadi kebutuhan hidup. Kecakapan menuangkan gagasan melalui tulisan yang mudah dipahami orang lain, merupakan salah satu contoh dari kecakapan berkomunikasi tulisan.
(Contoh: Jika dalam satu kelompok sedang membahas mengenai Hukum Newton,salah satu siwa dalam menyampaikan gagasan atau pemikirannya dan aplikasinya secara jelas dan dapat dimengerti oleh anggota kelompoknya)

d.      Kecakapan Bekerjasama (Collaboration Skill)
Sebagai makhluk sosial, dalam kehidupan sehari-hari manusia akan selalu memerlukan dan bekerjasama dengan manusia lain. Kecakapan bekerjasama bukan sekedar “bekerja bersama” tetapi kerjasama yang disertai dengan saling pengertian, saling menghargai, dan saling membantu. Kecakapan ini dapat dikembangkan dalam semua mata pelajaran, misalnya mengerjakan tugas kelompok, karyawisata, maupun bentuk kegiatan lainnya.

·      (Contoh : dalam kegiatan  praktikum gaya gesek siswa berkelompok dilatih untuk kompak dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan guru,menyelesaikan ketepatan waktu,keakuratan hasil perhitungannya,dan kesimpulan dari persoalan tersebut)


2.      Kecakapan Hidup Spesifik (Specific life skill, SLS)
Kecakapan hidup spesifik terkait dengan bidang pekerjaan (occupational) atau bidang kejuruan (vocational) tertentu. Jadi kecakapan hidup spesifik diperlukan seseorang untuk menghadapi masalah bidang tertentu. Kecakapan hidup spesifik ini meliputi :
1. Kecakapan Akademik (Academic Skill)
Kecakapan akademik disebut juga kecakapan intelektual atau kemampuan berpikir ilmiah dan merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir. Kecakapan akademik sudah mengarah ke kegiatan yang bersifat akademik atau keilmuan. Kecakapan ini penting bagi orang yang menekuni bidang pekerjaan yang menekankan pada kecakapan berpikir. Oleh karena itu kecakapan ini harus mendapatkan penekanan mulai jenjang SMA dan terlebih pada program akademik di universitas.
(Contoh: Dalam pembelajaran fisika sangat dituntut kecakapan berpikir,misal dalam materi Listrik magnet siswa dituntut untuk kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan materi tersebut,tidak terpaku dengan yang diberikan oleh guru)

2. Kecakapan Vokasional / Kejuruan (Vocational Skill)
Kecakapan vokasional disebut juga kecakapan kejuruan, yaitu kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan ini lebih cocok untuk siswa yang akan menekuni pekerjaan yang lebih mengandalkan keterampilan psikomotor. Kecakapan vokasional meliputi :
1) Kecakapan Vocasional Dasar (Basic Vocational Skill)
Yang termasuk kecakapan vokasional dasar antara lain : kecakapan melakukan gerak dasar, menggunakan alat sederhana, atau kecakapan membaca gambar.
2) Kecakapan Vocational Khusus (Occupational Skill)
Kecakapan ini memiliki prinsip dasar menghasilkan barang atau jasa. (contoh : Memperbaiki kipas angin bagi yang menekuni bidang elektronika)

2.    Apa esensi dan praktiknya keterampilan hidup dalam pembelajaran fisika!

Jawab:
            Kecakapan hidup merupakan orientasi pendidikan yang mensinergikan mata pelajaran menjadi kecakapan hidup yang diperlukan seseorang, dimanapun ia berada, bekerja atau tidak bekerja, apapun profesinya. Jadi keterampilan hidup dalam pembelajaran fisika itu adalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contohnya dengan mempelajari materi tentang kapasitor siswa mengetahui dan bisa mempraktekkan nya dalam kasus kipas angin yang rusak karena kapasitor.
            Perlu didasari bahwa dalam kehidupan nyata, antara general life skill dan spesifik life skill tidak terpisah secara khusus, tetapi menyatu dan saling menunjang satu sama lain menjadi sebuah tindakan individu yang melibatkan aspek fisik, mental, emosional dan intelektual yang sangat berpengaruh pada kematangan kepribadian individu yang bersangkutan. Jadi tinggi rendahnya kualitas tindakan seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas kematangan dari perpaduan aspek-aspek tersebut.
            Proses pembelajaran fisika yang berorientasi life skill lebih realistic dalam konteks hidup dan digunakan sebagai sarana belajar. Proses pembelajaran tidak lagi dilakukan semata- mata didalam kelas tetapi juga dikancah nyata dan lebih  banyak menggunakan realitas serta hal-hal yang konkrit . dalam pembelajaran life skill ini menempatkan guru hanya sebagai fasilitator, mediator, dan motivator.
            Peran guru dalam pendidikan kecakapan hidup, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk menggeser peran guru, dari peran sebagai pemberi ilmu menjadi penyedia persematan atau kondisi yang baik bagi tumbuh kembangnya peserta didik. Peran utama guru sebagai pencipta lingkungan pembelajaran  yang kondusif bagi tumbuh kembangnya masyarakat dalam menguasai kecakapan hidup.

Tidak ada komentar: